Perkembangan Musik Dunia

Perjalanan Periodisasi Dunia Musik dari Masa ke Masa

Hai sobat Web Entradas, balik lagi nih sama saya yang akan memberikan berbagai macam perkembangan-perkembangan dalam dunia musik. Tak jarang, kami juga merekomendasikan adanya musik-musik yang selalu hits tiap tahunnya. Jadi, kalian tidak akan merasa jenuh saat berada di web ini. Justru, kalian bisa mendapatkan berbagai macam informasi-informasi menarik dari musik itu sendiri. 

Sekarang waktunya saya memutar memori kalian kembali, bahwa 2 artikel sebelumnya sudah membantu kalian dalam mengenal adanya dunia Musik Klasik dengan Musik Indie bukan ? nah untuk menambah wawasan kalian kembali dalam seputaran perkembangan dunia mUsik, Maka kali ini saya akan berikan ke kalian Periodisasi secara garis besar dalam perkembangan musik dari Masa : (1) Kuno, (2) Masuk Renaissance, (3) Berkembang ke Zaman Barok, (4) Dilanjutkan lagi di Zaman Klasik, (5) di isi dengan zaman Romantik, (6) dan tertutup dengan Zaman Impressionisme. Sisanya masuk ke musik Modern. 

Untuk selanjutnya, maka saya akan mengajak kalian mulai fokus pada pembahasan perkembangannya satu persatu. Jika waktunya memungkinkan saya membahas mengenai perkenalan tokoh-tokoh yang ada secara singkat, maka akan saya buat demi kenyaman dan kesenangan informasi bagi kalian juga. Untuk itu, tuk langsung saja cek semuanya hanya pada artikel yang satu ini. 

(1) Periodisasi Musik Masa Kuno – <1450

Diawali sejak zaman atau masa-masa Kuno, yang mana belum ditemukannya alat musik. Kebanyakan sudah karya dari alat musik yang dihasilkan pada masa ini hanyalah berbentuk layaknya melody hasil dari suara manusia saja. Sebab itulah, karya musik ini simple hanya berbentuk melodi yang dinyanyikan langsung dengan menggunakan suara manusia sehingga disebut secara langsung menjadi Zaman Vokal. 

Tidak ada asap kalau tidak ada ? yang bakar sampah wkwk… begitupun dengan munculnya zaman ini, dimana memiliki sebab dari Gereja yang menolak langsung alat-alat musik dalam peribadatan dikarenakan dinilai bisa mengganggu kekhusyukan yang ada. Akan tetapi, ketika Paus Gregorius I menjabat langsung sebagai seorang pemimpin gereja, maka mulai sudah diadakannya organisasi ulang liturgi Katolik. Setelah ini, barulah diperbolehkannya untuk menggunakan musik dengan jenis Gregorian. 

Namun, tetap saja pada masa kuno ini belum ditemukannya alat musik Gregorian yang berbentuk sebuah melodi dan langsung dinyanyikan tanpa sebuah iringan musik. Sehingga mengenai bentuk-bentuk lagunya ini bersifat “ Sakral” dan jauh lebih diutamakan dalam fungsi “ Peribadatan saja “. 

(2) Masuk Zaman Renaissance < 1450 – 1600 >

Dikenal dengan Renaissance atau Renaisans adalah sebuah kelahiran kembali Eropa setelah sebelumnya mengalami sebuah zaman Kegelapan. Dan zaman ini langsung saja berkembang sangat amat luas tentang ilmu pengetahuan dalam dunia seni. Adapun ciri-ciri di dalamnya, yakni : 

A. MELODI 

Untuk melodi sendiri banyak digunakan, namun bentuknya masih pendek sama seperti musik Gregorian pada umumnya saja. Selanjutnya mengenai Suara Jenis Tenor bisa digunakan untuk nada yang panjang.

B. MEDIA PENYAJIAN 

Media penyajian ini masuk langsung untuk para penari dan juga vokalis perorangan. Dimana lagu yang biasanya dipakai adalah Koor Gereja dan juga Acapella. Sedangkan untuk alat musik yang digunakan seperti Mandolin, Hod, Lute, Keyboard, dan masih banyak yang lainnya. 

C. POLA 

Sudah tahu dong bahwa ini adalah sebuah bentuk musik yang bisa digunakan seperti : Missa, Passion, Fantasia, Motet dan satu lagu Toccaca. 

D. RITME 

Dalam musik zaman ini, ritme sendiri adalah ketukan yang memiliki tekanan berat serta sering terjadi sebuah pergantian tempo serta birama yang berlebihan. 

E. TEKSTUR

Tekstur yang digunakan Poliponik dengan susunannya menggunakan 4 suara atau lebih. Harmoni yang sering digunakan juga seperti Triad Pokok. 

Tokoh Musik Zaman Renaissance : (1) Geovani Pierlugi de Palestrina <1525 – 1594 >, (2) Orlandus Lassus <1532 – 1594 >, (3) Giovanni Gabrieli <1557 – 1623 >. 

(3) Berkembang ke Zaman Barok < 1600 – 1750 >

Zaman Barok dikenal langsung sebagai zaman dari awal gaya modern setelah dimulainya abad ke -16. Pada era abad ke – 18, baru dimulainya Gaya Barok ini. Walau jenis opera jauh lebih sering dipertontonkan, namun tetap saja kehadiran dunia musik seperti Konser masih dikhususkan bagi kaum-kaum bangsawan. Tangga nada Mayor dan Minor sudah berkembang sejak zaman Renaissance dan mulailah dicoba untuk disatukan pada zaman ini dalam penggarapan adanya musik Instrumental. 

Ciri-Ciri Musik Zaman Barok :

– MELODI : dimana terkadang menggunakan Ornamentasi di luar dari Chord iringan dan pastinya berbeda dengan zaman sebelumnya.

– MEDIA PENYAJIAN : dalam dunia Orkestra, sudah mulai dibantu dengan penggunaan alat musik ( Hobo, Flute, Keyboard, dan alat musik Petik lainnya ). Dalam pertunjukan musik, umumnya sudah menggunakan Biola & Terompet. 

– POLA : bentuknya : Opera, Sonata, Cantata sampai dengan Overtune. 

– RITME : di zaman ini hanya menggunakan satu tempo saja pada suatu pola ritme yang terlihat monoton sekali. 

– TEKSTUR : khusus dengan pemakaian alat musik Basso / Figure Bass.

Tokoh Musik Zaman Barok : (1) Johann Sebastian Bach < 1685 – 1750 >, (2) Jean Baptiste Lully  < 1632 – 1687 >, (3) George Frederick Handel < 1685 – 1759 >. 

(4) Dilanjutkan lagi di Zaman Klasik < 1740 – 1830 >

Selanjutnya adalah zaman Klasik. Dimana, pada zaman ini sudah masuk zaman kemegahan bagi kebudayaan Yunani dengan Romawi. Ciri-ciri yang masuk dalam zaman Klasik ini seperti : 

  1. Melodi : yang digunakan sendiri sangat kompak serta memiliki kesamaan pada tema.
  2. Tekstur : yang memiliki sifat Homofon atau musik ini terdiri langsung dari banyaknya suara yang telah dimainkan secara bersamaan sehingga bisa menghasilkan suatu komposisi musik yang lebih menarik lagi. 
  3. Tokoh : Wolfgang Amadeus Mozart < 1756 – 1791 >, Ludwig Van Beethoven < 1770 – 1827 >, Joseph Haydn < 1732 – 1809 >. 

(5) Diisi dengan zaman Romantik < 1815 – 1910 >

Pada zaman ini, sudah mulai meningkatkan sebuah kegiatan musik jauh lebih menonjolkan adanya unsur : Timbre, Ritme, Melodi serta Harmoni. Jadinya, karya di zaman ini sangat jauh lebih emosional dan juga dramatis. Adapun ciri-cirinya sebagai berikut : 

  1. MELODI : dikhususkan untuk vokal yang sangat amat dipengaruhi oleh pembuatan dari melodi Instrumen. 
  2. Melodi penyajian : untuk hal ini dipertunjukan pada konser di Gedung dan Opera. Permainannya tunggal dengan adanya alat musik Piano serta mulai jauh lebih sering dilakukan masyarakat pada zaman ini seperti Orkestra Zaman Romantik, Didominasi dengan alat musik Gesek dan ditambahkan seperti alat : Trombon, Harpa dan Horn. 
  3. POLA : mengikuti dalam pembentukan musik Rhapsody dan Musikalisasi puisi yang tentunya sangat romantis. 
  4. Ritme : pembuatan Partitur bagi ritme sudah terlengkapi langsung dengan adanya tanda-tanda tempo yang memiliki berbagai macam modifikasi. 
  5. Tekstur : Umumnya berbentuk Homofonik yang langsung saja sudah berkembang dengan pemakaian Chord  Disonan dan juga Ornamentasi serta teknik Kontrapung. 

Tokoh yang terkenal di zaman ini : Frederic Chopin < 1810 – 1849 >, Johann Strauss < 1804 – 1849 >, Franz Schubert < 1797 – 1828 >.

(6) Tertutup dengan Zaman Impressionisme.

Zaman ini juga langsung ditandai dengan penggunaan Chord Disonan yang cukup over dan juga malah dianggap langsung menyimpang dari adanya kaidah Musik yang ada. Jadinya, pengertian gampangnya zaman ini sebagai sebuah peralihan dari sebuah romantik ke modern dan lebih tepatnya di awal abad ke – 20. 

3 Ciri Utamanya seperti : 

1.1 Ritme : menjadi sebuah pergerakan Chord paralel bahkan untuk masyarakat sudah mulai gemar sekali dalam menggunakan akor semblan. 

1.2 Media Penyajian : menjadi alat musik yang digunakan seperti halnya Flute dan klarinet digunakan langsung untuk register rendah. Sementara itu, adanya Biola yang digunakan pada nada yang tinggi. 

1.3 Melodi : menjadi tangga nada menurut anak musik yang dipengaruhi langsung oleh gamelan. 

Salah satu tokoh terkenal yang adalah Acille Claude Debussy < 1862 – 1918 >.